Jump to content
ss ss Situs Judi Bola Situs Judi Bola Situs Judi Bola
Sign in to follow this  
admin

Rossi Nilai Lorenzo Seharusnya Dijatuhi Penalti

Recommended Posts

rossilorenzo.jpg?w=500&q=90

 

Losail - Jelang balapan MotoGP Qatar 2016, dua pebalap Movistar Yamaha: Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo 'memanas'. Rossi menilai rekan setimnya itu pantas dijatuhi penalti terkait insiden di sesi prakualifikasi.

 

Pebalap veteran Italia itu menilai Lorenzo melakukan kesalahan yang pernah dia buat di kualifikasi MotoGP San Marino 2015 lalu. Saat itu Rossi dianggap menghalangi Lorenzo di laju terakhirnya.

 

Akibatnya, Rossi dijatuhi penalti salah satu faktor yang mempengaruhi sanksi start dari grid paling belakang di Valencia, menyusul insiden dengan Marc Marquez di Sepang.

 

Pada sesi kualifikasi di Losail, Minggu (20/3) dinihari WIB, Rossi memulai laju impresif di latihan bebas keempat tapi mendapati Lorenzo -- yang baru saja keluar dari pitlane -- berada di tikungan pertama. Setelah insiden itu, Rossi menengok ke arah Lorenzo untuk protes. Keduanya bahkan terlibat perdebatan setelah chequered flag.

 

"Dia keluar dari pit tanpa melihat ke trek dan ketika dia tiba di tikungan pertama, dia mencoba melambat tapi dia masih dalam jalur," kata Rossi di Autosport. "Masalahnya adalah aku bilang 'kenapa?', dan aku mengharapkan, 'maaf', tapi dia seperti bilang kepadaku [dengan gerakan tangan], 'apa sih yang kamu inginkan?'

 

"Masalahnya adalah situasi ini terjadi sama persis dengan di kualifikasi Misano ketika aku melakukan kesalahan yang sama. Saat itu dia begitu marah kepadaku setelah latihan dan pada akhirnya mereka menjatuhiku [penalti] satu poin. Mereka tidak memberi dia satu poin. Aku tidak tahu mengapa."

 

Terkait gugatan Rossi, Lorenzo lantas memberi tanggapan. Menurut dia, apa yang dilakukannya sudah tepat.

 

"Menurut pendapatku, Rossi tak punya alasan untuk mengeluh," jawab Lorenzo. "Semua orang tahu, saat Anda keluar dari pit, Anda tidak bisa benar-benar berhenti untuk membiarkan mereka lewat."

 

"Satu-satunya hal yang Anda lakukan hanyalah tetap di garis putih. Itu yang kulakukan, aku tidak bisa berada di udara atau di gravel. Apa yang bisa kulakukan? Kalau dia masih marah kepadaku, aku tidak tahu alasannya," sungut si juara bertahan.

Share this post


Link to post
Share on other sites

Create an account or sign in to comment

You need to be a member in order to leave a comment

Create an account

Sign up for a new account in our community. It's easy!

Register a new account

Sign in

Already have an account? Sign in here.

Sign In Now

Sign in to follow this  

×